Tantangan dan Upaya Pencegahan Stunting di Manado, Sulawesi Utara

Manado, Sulawesi Utara – Stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Kota Manado. Fenomena gagal tumbuh pada anak-anak ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas masa depan generasi penerus ibukota Provinsi Sulawesi Utara.

Prevalensi Stunting yang Masih Tinggi

Data dari Dinas Kesehatan Sulawesi Utara menunjukkan bahwa Kota Manado mengalami tren penurunan angka stunting dalam lima tahun terakhir. Meskipun demikian, angka prevalensi stunting di kota ini masih perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2023, Manado mencatat prevalensi stunting sebesar 15,4 persen (Kemenkes RI, 2023). Angka ini memang lebih rendah dari rata-rata nasional yang berada di kisaran 21,6 persen, namun masih jauh dari target WHO yang menetapkan batas maksimal stunting sebesar 10 persen. “Meski tren stunting di Manado menurun, kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada ribuan anak yang berisiko mengalami stunting dan membutuhkan perhatian kita bersama,” ungkap dr. Helena Tambuwun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado. (Tambuwun, 2023).

Faktor Penyebab yang Kompleks

Stunting di Manado tidak hadir dari satu faktor tunggal. Berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Riset Kesehatan Universitas Sam Ratulangi mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab stunting di kota ini:

  1. Faktor Sosial Ekonomi (Dinas Kesehatan Kota Manado, 2023).
  • 23% keluarga dengan balita masih hidup di bawah garis kemiskinan
  • Keterbatasan akses terhadap makanan bergizi
  • Tingkat pendidikan orangtua yang relatif rendah
  1. Faktor Kesehatan:
  • Cakupan ASI eksklusif baru mencapai 65%
  • 30% balita memiliki riwayat penyakit infeksi berulang
  • Layanan kesehatan yang belum optimal di beberapa wilayah
  1. Faktor Lingkungan:
  • 15% rumah tangga belum memiliki akses sanitasi layak
  • Kualitas air bersih yang masih menjadi masalah di beberapa kawasan
  • Kondisi pemukiman padat di beberapa kecamatan

Program Intervensi yang Dilakukan

Pemerintah Kota Manado tidak tinggal diam menghadapi permasalahan ini. Berbagai program intervensi telah dilakukan, di antaranya:

1. Program Spesifik

  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita
  • Suplementasi tablet besi dan asam folat untuk ibu hamil
  • Program imunisasi menyeluruh
  • Pemantauan pertumbuhan balita secara rutin

2. Program Sensitif

  • Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi
  • Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Edukasi gizi masyarakat
  • Pemberdayaan ekonomi keluarga

“Kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 Milyar pada tahun 2023 untuk program penanggulangan stunting,” jelas Walikota Manado. “Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor dan didukung oleh berbagai pemangku kepentingan.” (BAPPEDA Kota Manado, 2023).

Kisah Sukses dari Lapangan

Di Kecamatan Malalayang, program intervensi stunting telah menunjukkan hasil positif. Keluarga Ny. Maria (35) adalah salah satu contoh keberhasilan program ini. Anaknya yang sempat terdeteksi stunting, kini menunjukkan peningkatan pertumbuhan signifikan setelah mengikuti program intervensi selama enam bulan. (Tim Riset Kesehatan UNSRAT, 2023). “Awalnya saya tidak paham tentang stunting. Setelah mendapat pendampingan dari kader kesehatan dan mengikuti program PMT, anak saya mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan yang signifikan,” tutur Ny. Maria.

Tantangan dan Strategi ke Depan

Meskipun berbagai program telah dilakukan, masih ada tantangan yang harus dihadapi:

  1. Koordinasi lintas sektor yang perlu ditingkatkan
  2. Keterbatasan sumber daya manusia terlatih
  3. Kesenjangan akses layanan kesehatan
  4. Perubahan perilaku masyarakat yang membutuhkan waktu

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemkot Manado telah menyusun strategi:

  1. Penguatan sistem surveilans gizi
  2. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan
  3. Optimalisasi peran Posyandu
  4. Pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal

Harapan untuk Masa Depan

Target Manado Bebas Stunting 2025 menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus bekerja keras. “Ini bukan hanya tentang angka dan statistik, tapi tentang masa depan anak-anak kita,” tegas Kepala Dinas Kesehatan. Dengan komitmen kuat dari pemerintah, dukungan masyarakat, dan kolaborasi berbagai pihak, Manado optimis dapat mencapai target penurunan stunting. Keberhasilan program ini akan menjadi kunci dalam membangun generasi Manado yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

SUMBER:

BAPPEDA Kota Manado. (2023). Laporan Program Penanggulangan Stunting Kota Manado Tahun 2023. Manado: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Manado.

Dinas Kesehatan Kota Manado. (2023). Profil Kesehatan Kota Manado 2023: Fokus Stunting. Manado: Dinas Kesehatan Kota Manado.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tambuwun, H. (2023). Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Manado 2023. Manado: Dinas Kesehatan Kota Manado.

Tim Riset Kesehatan UNSRAT. (2023). Kajian Faktor Penyebab dan Dampak Stunting di Kota Manado. Manado: Universitas Sam Ratulangi.

World Health Organization. (2023). Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. Geneva: WHO.

Tinggalkan komentar