
Malang, 31 Januari 2025 – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini biasanya meningkat saat musim hujan, ketika lingkungan lebih lembap dan genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Gejala DBD meliputi demam tinggi, nyeri pada otot dan sendi, sakit kepala, serta munculnya bintik merah pada kulit. Tanpa penanganan yang cepat, DBD bisa menimbulkan komplikasi serius hingga kematian.
Berdasarkan data dari SKI tahun 2023, jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 877.531, dan pada tahun 2024, jumlah kasusnya meningkat. Menurut Kementerian Kesehatan, pada akhir Maret jumlahnya mencapai 53.131 kasus dengan 404 kematian, sementara pada awal April tercatat 60.296 kasus DBD dengan 455 kematian. Beberapa faktor yang memicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti antara lain genangan air yang tidak terkelola dengan baik, sampah yang menampung air hujan, serta kurangnya penggunaan kelambu. Perubahan iklim dan suhu yang meningkat juga mempercepat siklus hidup nyamuk penyebab DBD.
Menurut Ayo Sehat Kementerian Kesehatan (2024), salah satu cara paling efektif untuk mencegah DBD adalah dengan menerapkan 3M. Langkah ini meliputi, menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi atau toren air, serta membersihkan dinding bak hingga bersih sangat penting, terutama saat musim hujan dan pancaroba, karena jentik dan telur nyamuk bisa bertahan di tempat kering hingga 6 bulan; menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas; mendaur ulang barang bekas untuk mengurangi potensi berkembangnya nyamuk.
Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat dapat bekerja sama untuk melakukan upaya pencegahan seperti fogging, pembagian larvasida, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan pencegahan DBD. Masyarakat yang terjangkit DBD disarankan untuk segera mendapatkan perawatan medis, beristirahat cukup, dan menjaga kecukupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Jika gejala semakin parah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan pemerintah daerah, diharapkan jumlah kasus DBD dapat ditekan dan dampaknya dapat diminimalkan.
Penulis: Amira Muradah